- Tiga pembuat website gratis dibandingkan
- Cara membuat website gratis dengan Google Sites
- Cara membuat website gratis dengan WordPress.com
- Blogger sebagai website sederhana
- Batasan paket gratis yang jarang dibahas
- Kapan perlu domain sendiri
- Halaman wajib untuk website usaha kecil
- Setelah website terbit
- Pendapat saya
- Pertanyaan yang sering diajukan
Cara membuat website gratis yang paling mudah adalah memakai pembuat situs resmi seperti Google Sites, WordPress.com versi gratis, atau Blogger. Kamu cukup mendaftar, memilih template, mengisi halaman, lalu menerbitkannya. Batasannya: alamatnya memakai nama platform, situs WordPress.com gratis menampilkan iklan dan hanya punya 1 GB penyimpanan, dan domain sendiri tetap harus dibeli.
Banyak orang mengira membuat website harus bisa coding atau menyewa hosting. Untuk profil usaha kecil, halaman acara, portofolio, atau katalog sederhana, pembuat situs gratis sudah cukup. Panduan ini membandingkan tiga pilihan dari halaman bantuan resmi masing masing yang saya baca pada Oktober 2026, lengkap dengan batasan yang biasanya baru ketahuan setelah situs jadi.
Tiga pembuat website gratis dibandingkan
| Hal | Google Sites | WordPress.com gratis | Blogger |
|---|---|---|---|
| Cocok untuk | Profil usaha, portofolio, situs tim atau acara | Situs yang mungkin berkembang jadi lebih besar | Situs berisi artikel rutin |
| Butuh coding | Tidak, ada template siap pakai | Tidak, ada tema dan editor blok | Tidak, ada template |
| Iklan di situs | Tidak ada iklan platform yang disebut di halaman bantuan | Menampilkan iklan WordPress.com ke pengunjung | Bisa memasang AdSense sendiri |
| Penyimpanan | Tidak disebut di halaman bantuan | 1 GB untuk media | Ribuan postingan dan foto menurut Blogger |
| Domain sendiri | Bisa disambungkan oleh pemilik situs, sampai lima domain | Perlu paket berbayar | Bisa disambungkan, domain dibeli sendiri |
Cara membuat website gratis dengan Google Sites
Google menyebut Sites membuat situs yang tampak menarik di perangkat apa pun tanpa keterampilan pemrograman. Langkahnya menurut Pusat Bantuan Google Sites:
- Di komputer, buka Google Sites dan login dengan Akun Google.
- Pada bagian Start a new site, pilih template.
- Tambahkan halaman, teks, gambar, video, atau file Google seperti Dokumen dan Spreadsheet.
- Klik Preview untuk mengecek tampilan, lalu klik Publish.
- Masukkan alamat web untuk situsmu, lalu klik Publish lagi.
- Klik Share, lalu atur situs yang dipublikasikan menjadi Public agar bisa dilihat semua orang.
Catatan dari Google: Akun Google yang dikelola orang tua tidak bisa membuat situs di Google Sites. Selain itu, alamat web yang pernah kamu pakai untuk situs lain tidak bisa dipakai ulang kecuali situs lama diganti alamatnya atau dihapus permanen.
Cara membuat website gratis dengan WordPress.com
- Daftar di WordPress.com dan pilih paket gratis. Situsmu langsung mendapat alamat berakhiran wordpress.com.
- Pilih membangun sendiri atau dibantu WordPress Agent yang menyusun situs dari jawabanmu.
- Pilih tema di Appearance lalu Themes.
- Susun beranda di Appearance lalu Editor dengan blok.
- Buat halaman Layanan, Tentang, dan Kontak lewat Pages.
- Saat siap, ubah status dari Coming Soon menjadi Public di pengaturan.
Selama masih Coming Soon, hanya kamu yang bisa melihat situsnya, jadi kamu bebas mencoba tanpa takut pengunjung melihat versi setengah jadi.
Blogger sebagai website sederhana
Blogger dikenal sebagai platform blog, tetapi bisa juga dipakai sebagai website sederhana yang rutin diisi artikel, misalnya situs komunitas, sekolah, atau usaha yang rajin berbagi tips. Halaman Tentang Blogger menyebut kamu bisa memilih template dengan tata letak fleksibel, mendapat alamat blogspot.com atau membeli domain kustom, melihat postingan yang paling banyak dibaca dengan alat analytics bawaan, dan menghubungkan blog ke Google Analytics. Kekurangannya, tampilan Blogger lebih cocok untuk deretan artikel daripada halaman profil usaha yang rapi.
Batasan paket gratis yang jarang dibahas
- Alamat memakai nama platform. Misalnya berakhiran wordpress.com atau blogspot.com. Untuk usaha, ini terlihat kurang meyakinkan dibanding domain sendiri.
- Iklan di WordPress.com gratis. Halaman paket WordPress.com menyebut situs gratis menampilkan iklan WordPress.com, dan iklan itu baru hilang di paket Personal.
- Penyimpanan terbatas. Situs WordPress.com gratis mendapat 1 GB untuk file media, cukup untuk foto tetapi cepat penuh kalau sering mengunggah video.
- Tanpa plugin. Di WordPress.com, instal plugin baru tersedia mulai paket Personal.
- Fitur toko online. Menerima pembayaran di WordPress.com baru tersedia di paket Premium ke atas.
- Pelanggan email. Situs gratis WordPress.com bisa mengimpor hingga 100 pelanggan. Impor tanpa batas hanya di paket berbayar.
Kapan perlu domain sendiri
Kalau website dipakai untuk usaha, domain sendiri membuat pelanggan lebih percaya dan alamatnya lebih mudah diingat. Ini aturan dari masing masing platform:
- Google Sites: hanya pemilik situs yang bisa menyambungkan domain, maksimal lima domain untuk satu situs, dan perubahan bisa butuh hingga 48 jam untuk terlihat di internet. Membeli domain langsung lewat Google dilakukan melalui langganan Google Workspace, dengan paket bawaan Business Standard.
- WordPress.com: domain sendiri tersedia mulai paket Personal, dan halaman harganya menyebut paket berbayar tahunan mendapat domain gratis selama satu tahun.
- Blogger: beli domain di penyedia domain, lalu sambungkan lewat Setelan dan Domain kustom.
Halaman wajib untuk website usaha kecil
- Beranda: satu kalimat jelas tentang apa yang kamu jual dan untuk siapa.
- Produk atau layanan: daftar dengan foto dan penjelasan singkat.
- Tentang: cerita singkat usaha dan orang di baliknya.
- Testimoni: kutipan pelanggan asli dengan izin mereka.
- Kontak: nomor WhatsApp, email, jam buka, dan alamat kalau punya toko fisik.
Setelah website terbit
- Buka situsmu di HP. Google Sites punya tombol Preview dengan pilihan tata letak untuk mengecek tampilan di layar kecil sebelum diterbitkan.
- Pasang tautan situs di bio Instagram, profil WhatsApp Business, dan tanda tangan email.
- Minta dua atau tiga teman mencoba mengisi formulir atau mengklik tombol kontak, lalu perbaiki yang macet.
- Perbarui isi minimal sebulan sekali, misalnya produk baru, harga terbaru, atau jam buka saat libur.
- Simpan cadangan teks dan foto penting di komputer atau Google Drive, terutama sebelum mengganti tema atau template.
Website gratis yang rutin diperbarui jauh lebih berguna daripada website mahal yang dibiarkan. Pelanggan sering mengecek situs untuk memastikan usahamu masih buka, jadi informasi yang basi bisa membuat mereka ragu memesan.
Want AI doing the heavy lifting in your marketing?
I build the systems that handle the boring 80 percent, so you get your week back. Done properly, with the human kept in.
Pendapat saya
Untuk usaha kecil yang butuh situs profil dalam satu sore, Google Sites paling cepat dan bersih. Kalau kamu ingin blog, toko, dan banyak fitur di kemudian hari, mulai di WordPress.com dan naikkan paketnya saat usahamu sudah siap. Jangan biarkan pilihan platform menunda peluncuran. Untuk perbandingan lebih luas, lihat pembuat website gratis untuk usaha kecil dan alternatif Google Sites.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah benar bisa membuat website gratis?
Bisa. Google Sites, WordPress.com versi gratis, dan Blogger memungkinkan kamu membuat dan menerbitkan situs tanpa membayar, dengan alamat yang memakai nama platform.
Mana pembuat website gratis yang paling mudah?
Google Sites termasuk yang paling mudah karena memakai template siap pakai dan tidak butuh keterampilan pemrograman. Cukup login dengan Akun Google.
Apa kekurangan WordPress.com gratis?
Situs gratis menampilkan iklan WordPress.com, penyimpanan hanya 1 GB untuk media, dan plugin serta domain sendiri butuh paket berbayar.
Bisakah memakai domain sendiri di Google Sites?
Bisa. Pemilik situs dapat menyambungkan hingga lima domain kustom, dan perubahan bisa butuh hingga 48 jam untuk terlihat.
Apakah website gratis bisa muncul di Google?
Situs publik bisa ditemukan mesin pencari. Di Google Sites, kamu bahkan bisa meminta mesin pencari tidak menampilkan situsmu, meski Google menyebut itu tidak menjamin situs tersembunyi.


